buku islam buku pesantren:

MASTERPIECE ISLAM NUSANTARA: Sanad dan Jejaring Ulama - Santri (1830 - 1945)

Share
MASTERPIECE ISLAM NUSANTARA: Sanad dan Jejaring Ulama - Santri (1830 - 1945)

Penulis: Zainul Milal Bizawie
Ukuran: 16 x 24 cm
Tebal: xx + 560 hal
Diterbitkan oleh: Pustaka Compass
Harga: 130.000

Islam Nusantara sudah ada jauh sebelum negeri ini merdeka. Islam Nusantara merupakan Islam yang didakwahkan dengan damai, anti-kekerasan, berdampingan dengan budaya dan kearifan lokal. Oleh karena itu, dengan mudah kita akan menjumpai Islam yang damai, ramah, toleran, santun, dalam Islam Nusantara.

Melalui buku ini, kita akan mendapatkan informasi tentang sejarah dakwah Islam di Indonesia oleh ulama yang dilakukan dengan damai dengan ikhtiar membangun jati diri dan karakter bangsa melalui Sanad dan Jejaring Ulama - Santri. Kontribusi penting ini secara nyata mampu melestarikan tradisi Islam Nusantara. Salah satunya melalui ribuan naskah Ulama Nusantara yang mentransformasikan pengetahuan melalui berbagai metode pengajaran seperti sorogan, bandongan, kilatan, dll. Selain kitab-kitab sebagai bukti eksistensi Islam Nusantara, ada pula kita jumpai makam, pesantren, perkampungan, ritual dan sebagainya yang terus bertahan sejak berabad-abad yang lalu.

Menurut Zainul Milal Bizawie, diperlukan kerangka pemetaan jejaring, transmisi ideologi dan kultural, serta genealogi pengetahuan. Pemetaan jejaring menjadi pondasi pelacakan tokoh, subyek dan agency, dalam hal ini ulama, kiai dan santri sebagai mata rantai proses penyebaran nilai-nilai. Sedangkan transmisi ideologi menjadi tulang punggung dari kerangka epistemik dalam Nalar Islam Nusantara. (Hal 2)

Genealohi pengetahuan menjadi basis utama untuk merangkai benang merah, titik temu dan tujuan mendasar dari transmisi Islam ke kawasan Nusantara. Dengan melacak genealogi, akan muncul pola, corak dan struktur dari keilmuan yang terkandung lewat tradisi Islam Nusantara. Dalam konteks inilah buku ini berupaya menampilkan wajan Islam di Nusantara secara historis sekaligus epistemologis sehingga memudahkan kita menyelami heterogenitas kultural dan variatif manifestasi keIslaman di Nusantara. Namun, heterogenitas tersebut justru memperkaya khazanah dan saling bersinergis untuk membangun Islam yang Rahmatan lil alamin. (Hal 3)

MASTERPIECE ISLAM NUSANTARA: Sanad dan Jejaring Ulama - Santri (1830 - 1945)

0 Comments

0 comments:

Posting Komentar

2007 © @bukupesantren
searching #bukupesantren on | Follow @bukupesantren